ENESTE.ID
  • Home
  • Tentang Kami
  • Puisi
  • Buku
  • Quote
  • Berita Sastra
  • TBM Cahaya Rumah
    • Literasi Sekolah
      • TK
      • SD
      • SMP
      • SMA
      • KAMPUS
    • Lomba
  • Contact Us
  • Puisi

    Buku

    Berita Sastra


    Muara Sunyi

    Sungai, mengajarkan kehidupan yang bergerak mengalir dari masa lalu dan masa depan
    Sungai, mengajarkan kehidupan yang tak menyerah dan bertujuan
    Sungai, mengajarkan silaturahim, saling terhubung, terjalin persaudaraan
    Sungai, mengajarkan kegigihan dari bebatuan kehidupan, tak lelah alam yang menggarang, hujan dan angin kencang tak membatasi capaian
    Sungai, mengajarkan kelembutan, keindahan dan kemanfaatan tempat berkelangsungan 
    Namun, ia terlupakan
    Ia harus menampung segala kebiadaban
    Ia harus menanggung segala kebusukan
    Ia harus memikul dosa-dosa bani adam

    Sungai, telah mengering pada aliran darah insan

    Pekanbaru, 3 Maret 2026

    Praja

    Pepohonan rindang berubah gedung menjulang
    Tanah-tanah lembab berganti aspal keras
    Hewan-hewan bebas terperangkap
    Sungai-sungai bening menjadi besing
    Ladang-ladang hijau gersang
    Kesejukan direbut kepanasan
    Keheningan dibunuh kebisingan
    Kesunyian menjelma keramaian
    Ketenangan ditikam kepikukan

    Mereka yang kehilangan garapan menjadi kuli
    Mencukupi anak istri bersaing tak henti
    Kalah kemampuan diri bersiap tertindih

    Kota biarlah kota
    Desa tetaplah desa
    Ada rindu dari kota ke desa menenangkan jiwa
    Ada hasrat ke kota mencuci mata
    Keseimbangan jangan dikerat

    Pekanbaru, 3 Maret 2026

    Sausan Al Ward. Berdomisili di Pekanbaru. Dapat dihubungi pada IG: @sausan_al_ward serta email sausanalward55@gmail.com. Emerging Balige Writers Festival (BWF) 2025. Juara I lomba cerpen Penerbit Kertas Sentuh (2021). Terbaik II Apresiasi Cerpen Riau Sastra Festival (2023). Juara II Lomba Cerpen Penerbit Prospec Media (2021). Pemenang 3 lomba Cerpen Sastravaganza Tempo Institute (2024). Juara III lomba Cerpen tingkat Nasional Penerbit Media Lintas Pustaka (2023). Juara III Lomba Dongeng Tianisa Bookstore (2021). Juara Harapan I Lomba Cerpen The Journalist Publishing (2021). 15 besar penulis terpilih penulisan esai Inkubator Literasi Pustaka Nasional Tk Provinsi Riau (2023). Puisi terpilih Jambore Sastra Asia Tenggara di Banyuwangi (2024). Lolos kurasi Sastra Serumpun (2025), Lolos kurasi cipta puisi ASEAN (2024). Lolos kurasi puisi tema Bencana Komunitas Kuflet dan Majalah Elipsis (2024 dan 2025), Lolos kurasi puisi Si Binatang Jalang Hari Puisi Nasional (2025), lolos kurasi puisi Buitenzorg Dewan Kesenian Bogor (2025) serta kurasi puisi lainnya. MC Pemerintahan dan pernah menjadi presenter TV lokal, juara II lomba Pembawa Acara Antar Instansi Provinsi Balai Bahasa Provinsi Riau (2014).

    Avontur Cincin Inti

    di subuh:
    lembah shire hijau berembun pagi
    bilbo memungut dari cakar gollum lengah kelam 
    cincin emas berapi bagai langit pagi yang rapuh
    kegelapan rasuki jiwa;
    "pakai aku"
    tapi seberat kutukan purba

    di siang menuju sore:
    menuju mount doom, frodo goyah di bayang bengis 
    sam menopang bagai angin menyangga daun gugur rapuh
    gollum seperti lintah merayap haus 
    didera sendu yang lelah 
    semua terseok

    di nyaris malam tanpa bintang:
    lava mengamuk, cincin luruh ke perut bumi!
    middle-earth terbit kembali
    hobbit harumkan shire
    cincin kelam telah sirna

    di pagi yang baru:
    ada yang terus menggema dari sisa sisa luka 
    tak pernah sembuh
    tak lagi utuh
    epik; "baca lagi, bukan puisi! cincin rahasia memanggilmu"

    Padang, 26 Februari 2026

    Pesan di Botol Waktu

    di pesisir waktu abu abu
    kutulis pesan ini pada Bob
    dalam botol kaca berhati merah
    asa akan tiba di jemari putihmu
    walau sangat kecil terjadi
    rahasia cinta kita

    di gulungan surat ini
    aku lepaskan rindu melawan larangan
    tutup botol menjaga janji rapuh 
    seperti iman kita yang bertaut pelan
    aku dari masjid senja, kau dari gereja fajar
    beda frekuensi dalam satu detak jantung

    siapa pun buka botol ini
    pesan kita terapung
    lawan badai keyakinan
    sampaikan lirihku pada bob;

    dari aku yang terbelah
    cinta tak butuh restu dunia
    kita adalah lautan yang berpagutan
    selamanya dalam botol waktu

    Padang, 20 Februari 2026

    Esti Rahayu Utami lahir di Bandung, 26/10/1977. Lulusan Sekolah Tinggi Hukum Bandung 1999 dan University of People Friendship, Moscow 2004. Ia sudah melahirkan 4 buku solo dan 1 novelet kolaborasi 

    Puisi dan cerpennya dimuat di berbagai media cetak dan online; tirastime.com, kasatmata.com, dermagasastra.com,
    sepenuhnya.com, lorongkata.com,
    faktakepri.com, ompi-ompi.com, balipolitika.com,
    penaterbang.com,
    ranahriau.com, ngewiyak.com, 
    majalah Al-Qomar, IG: Competer_Indonesia, KKR Bali, Asqa Imagination School, Ruang Kata dll.

    Puisi terpilih event Apajake tema Stoa
    Puisi terpilih event Elipsis, Seni Kuplet dan Pemerintah Padang Panjang, tema: Puisi Cinta Palestina
    Puisi terpilih event Bung Hatta, Labuhan Batu, tema: anti korupsi.
    Puisi terpilih event KSS3G, tema: kopi dan gunung
    Puisi terpilih jurnal puisi cinta volume 4.
    Puisi terpilih event Tulis.me, Juni 2024
    Puisi terpilih event Kuflet dan Elipsis tema: bencana.
    Puisi terpilih event Competer Indonesia tema: rempah-rempah

    Ia pernah menjuarai Asqa Book Award XVI sekaligus menjadi pemenang favorit 1. Juara Harapan 2 dan juara favorit 1 di ajang Anugerah COMPETER Indonesia  2024. Saat ini menjadi 30 besar Anugerah COMPETER Indonesia 2025. Anda bisa menghubunginya di IG: @estirutami

    Kafka Dalam Memori

    sebut saja aku kumbang. hinggap pada batang
    pohon pinang. mencarimu dengan harap mekar mawar.
    namun apakah dapat dikira dari jenuh masa yang 
    runut itu.

    sebut saja aku belalang. lompat kian lompat dari
    rerumputan hijau itu. sedepa dari dudukmu.
    melihat ranum mukamu yang semerbak mekar mawar.
    sebening pualam kulit mangga.

    sebut saja aku coro. merayap senyap tengah malam
    ke pucuk lelapmu. sunyi menyentuh tubuh ini lebih
    gema daripada ribut hutan. demi melihatmu mekar
    kembang sangsi, aku tak peduli.

    Selatpanjang, 2026


    Kota yang Lumpuh Bersama Kami

    aku besama kalian di sini. menghirup bau petasan.
    atau apapun hiruk-pikuk teriakan. gedung itu masih
    angkuh menyimpan luka-duka kami. merubungnya
    bukan untuk mengambil, namun menyemai harap
    yang lenyap.

    aku bersama kalian. merayap, menyusup, menggerak
    ke tiap celah peluang. melempar harap ke celah-celah
    ventilasinya. menyerap gema walau lenyap bersangsi. 
    menduga-duga apakah telinga mereka tuli atau normal 
    kembali.

    Selatpanjang, 2026

    Riki Utomi kelahiran Pekanbaru 19 Mei. Alumnus Prodi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau. Bukunya antara lain: Mata Empat (cerpen, 2013), Sebuah Wajah di Roti Panggang (cerpen, 2015), Mata Kaca (cerpen, 2017), Menuju ke Arus Sastra (esai, 2017), Belajar Sastra Itu Asyik (nonfiksi, 2019), Anak-Anak yang Berjalan Miring (cerpen, 2020), Amuk Selat (puisi, 2020), Menjaring Kata Menyelam Makna (esai, 2021), Jelatik (novel, 2023). Bekerja sebagai pendidik di Selatpanjang, Riau.

    Perokok Dini dan Abad Tumbang

    Asap tipis itu lebih tua dari kaus kakinya,
    lebih teguh dari janji di buku tulis.
    Tangan dua belas tahun
    membakar rontokan harapan.

    Di ruang BK, kepala sekolah menampar sebuah kehancuran
    tangan ayam goreng bertemu pipi pubertas.
    Guru menangisi tabel periodik
    yang bubar dalam karbon monoksida.

    Kelas lima SD sudah mengenal nikotin
    sebelum mengenal Najwa Shihab.
    Masa depan menyusut seperti puntung
    di sela jari yang belum layak memegang hak pilih.

    Di sini, paru-paru bersekolah lebih cepat dari pikiran.
    Bronkiolus mencatat pelajaran pertama
    bahwa dewasa adalah nama lain
    untuk membara dalam diam.

    Pagar sekolah berkarat oleh larangan.
    UU No. 36 menggantung seperti seragam
    yang terlalu longgar untuk tubuh-tubuh
    yang dikubur dalam seragam sendiri.

    Wali kelas mengajar hukum Archimedes
    sementara murid-muridnya tenggelam
    dalam kepulan yang lebih patuh
    daripada rumus matematika.

    Indonesia menua dalam sembilan detik.
    Setiap hisapan adalah pemakaman kecil
    untuk fokus yang tersesat di antara awan,
    untuk bola basket di gudang
    yang lupa cara memantul.

    Ayah-ibu rapat membahas ranking,
    tidak melihat asap yang merayap
    dari celah pintu kamar
    laksana kabut pembawa kabar
    kelak akan ada pemakaman yang lebih luas
    daripada upacara bendera.

    Februari 2026

    Ode untuk Burasa

    Di sana, di dapur yang ramai oleh kenangan,
    sebuah narasi teruleni dalam adonan.
    Tepung beras, santan, dan gula merah
    berbisik resep zaman
    “Rasa ini adalah arsip, tanah yang dibawa merantau,
    kuali yang menjadi kompas.”

    Leluhur kita tahu, kelaparan tak hanya soal perut,
    tapi juga jiwa yang merinduhkan bentuk.
    Maka mereka membungkus pulung dalam daun pisang,
    mengikatnya rapat dengan tali dari janji
    bahwa di mana pun perahu singgah,
    akan ada gumpalan kecil rumah yang menanti dibuka.

    Setiap bungkus adalah kapsul waktu,
    setiap kunyahan adalah penguburan rindu.
    Ketika lidah menyentuh gula merah yang lumer,
    bukan cuma manis yang merayap di langit-langit mulut,
    tapi juga jejak kaki di tanah basah,
    percakapan di beranda sore,
    dan doa-doa sebelum berlayar.

    Burasa bukan sekadar santapan,
    ia adalah upacara kecil untuk mengingat
    bahwa kita boleh mengarungi tujuh samudera,
    asalkan tidak melupakan cara membungkus bulan
    dalam daun pisang, dan menyebutnya “pulang”.

    Februari 2026

    Gita Nur Febriani. Penulis asal Bontojai yang sejak 2023 menjadikan menulis sebagai praktik kejujuran batin. Baginya, kata bukan sekadar alat ekspresi, melainkan ruang hidup untuk merekam kebenaran secara sederhana dan jujur.

    Karyanya terhimpun dalam 215 buku antologi bersama puluhan komunitas literasi serta empat buku solo. Ia kerap menjadi finalis favorit dewan juri dan meraih sejumlah penghargaan literasi.

    Pada tahun 2025 bergabung di COMPETER Indonesia (CI), Gita tercatat sebagai peserta yang lolos 10 Besar Anugerah COMPETER Indonesia (ACI) 2026, sebuah ajang sastra nasional. 

    Gita bisa disapa di Instagram: @git.a2000

    ANXIETY PRASEJARAH

    ibu meracik racun
           dari tetes keringat ayah yang tak ingat
           nama-nama anaknya
    ditaburi segenggam asam manis hari-hari panjang
           yang liat tak terkunyah

    digantangnya butiran dosa di dalam kuali
          seraya menunggu hujan
          barangkali lebatnya akan melarutkan
          atau derasnya menenggelamkan

    kami menanti dengan nganga selebar tubuh singa
    dan perut sehampa semesta yang baru tercipta
            sebelum semua planet ada

    --Jakarta 08022026

    HEY, YOU’VE GOT MAIL!

    tahun lalu, di dalam inbox email sesunyi pesta rakyat di negeri diktator, tak kutemukan good news pelipur duka. hanya pamflet-pamflet kotor tentang kejayaan sawit di lahan yang ditraktor, dan eksploitasi tambang-tambang dengan backsound raung eskavator.

    tapi tahun ini, masuk sebuah pesan; hampa tulisan serupa laut tanpa ombak, cuma ada sebuah thumbnail melambai-lambai bagai seekor kerapu riang yang sengaja minta dikail. kuklik penuh kecemasan seolah disebut namaku dalam Epstein file.

    isinya hanya sebait ramalan nasib paling rungkad di negeri yang seluruh isunya belum terungkap. tentang prediksi cuaca bahwa hujan tangis akan datang membawa badai kekecewaan, silih berganti bersama kemarau keadilan yang mulai melanda.

    aku belum selesai membaca saat koneksi terputus. pembuluh kuotaku terpotong, diamputasi pisau efisiensi MBG. wifi-ku mati terbunuh, arwahnya penasaran bergentayangan. 

    --Jakarta 15022026

    Said Kusuma, seorang pecinta sekaligus praktisi seni. Juara 3 Akademi Competer Indonesia 2023, Juara 1 Grup Puisi Om Dedi (FB Mei 2024) & Juara 1 even lomba puisi Gambar Bercerita (IG Des 2025) ini dapat dijumpai karya-karyanya di akun instagram @said_serigalla dan @gelometris. Belajar di Competer Indonesia, AIS, Kelas Puisi Bekasi, HUMA & Ruang Kata.

    TUBUHKU TERTINGGAL DI TIKUNGAN RAMBUTMU

    menatap lampu jalan gerobak tubuhku tertinggal di tikungan rambutmu, orang-orang lewat, lumpur menempeli waktu dan sayur-sayur yang bisu

    celana ayah menggantung menetapi malam mengelilingi kamarku di belakang pintu kayu yang berderit bau keringat menyelinap dan menetap, malam berjejalan dari kulitmu 

    namamu adalah kemungkinan yang membusuk, hilang di tempat sampah makamku 

    Surabaya, 2026

    SURAT DARI MEJA TULIS YANG TRAUMA

    meja tua menulisi nama tuhan di sudut laci dan kanakmu menangis, ia tak selalu diam mesti tubuh di atasnya memacetkan rumah yang terbalik dalam air mata

    apakah tembok itu telah menyampai serpihan mimpi yang tak pernah layu itu? 

    mimpi tak pernah singgah dan keberangkatanmu adalah terminal paling panjang yang duduk di bangku kosong, jam tanganku selalu mengedipkan jantung

    mas huri melepaskan koper dari pertanyaanku 

    "kenapa waktu lebih sayang pada kesalahan
    dan kenapa tuhan seperti tukang parkir yang kadang tertidur?"

    kutatap jendela perutku dan membayar ongkos orang-orang yang menyisakan parfum 

    "jangan terlalu percaya seperti: putar balik sebelum terluka, tapi tak ada yang membaca,
    tak ada yang mau turun di tempat ini" 

    wajahmu menjadi debu di bawah kaki lumpur yang mengkiblati semua dosa dan menyamarinya sebagai perjalanan

    Sidoarjo, 2026

    Adnan Guntur kelahiran Pandeglang. Telah menyelesaikan studinya di Sastra Indonesia, Universitas Airlangga. Sekarang berdomisili di Surabaya. Pendiri Saung Indonesia (Sastra, Pertunjukan, dan Rumah Kreatif), juga aktif berkegiatan di Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP) dan Forum Pegiat Seni Surabaya (FPKS). Kumpulan Puisinya: Tubuh Mati Menyantap Dirinya Sendiri ( 2022 ) dan Sebagai Daun yang Tak Lagi Raib Terbakar oleh Darah Api (2023). Kumpulan Lakon Tubuh di Pukul 11.11 (2022).

    Instagram: @adnan_guntur
    Sebuah Poci

    pada malam keempat, hidup tak kehilangan takdir
    gerabah tak kehilangan sejarah
    dalam tubuhnya mengerak gula dan sari daun-daun teh 
    adalah seribu nikmat 
    melanjutkan segala kesempatan: dituang kembali kebahagiaan itu

    deretan kata tentang cangkir
    pikiran dan renungan
    di atas meja jati 
    sisa teh dalam poci mengendap  
    ada hangat tak sempat terucap

    kenangan di Slawi sejauh ini:
    apa yang bisa ditolak dari rasa manis dan seduhan? 
    kesungguhan setiap aroma, cita rasa, 
    dan bait-bait di atas kertas
    adalah tulisan paling mujarab untuk cerita
    dalam sebuah poci

    Malang, 6 Mei 2025

    Tafsir Waktu

    suara waktu pada denting, tik tak, dering alarm
    ada saat mengatur ulang pukul berapa ia dibunyikan
    tetapi kantuk lebih kutuk, mata lebih pejam
    banyak hal-hal baik terbang sia-sia

    sementara di seberang jalanan
    orang-orang mengejar pagi buta, kabut, dan gigil
    mengunyah gemeletuk gigi
    dan merangkul pegangan gerobak sampah

    pada akhirnya, waktu pada banyak kejadian
    penyembuh luka paling manjur
    dibiarkan kesusahan perlahan angkat kaki
    dibiarkan ketabahan jadi suara yang digemari

    Malang, 14 Juli 2025

    Galuh Duti. Perempuan kelahiran Surabaya ini amat menyukai puisi. Dia serius menulis mulai tahun 2022. Baginya, menulis puisi selain hobi juga menjadi jalan untuk bahagia. Novela perdananya berjudul Melukis Wajah. Kelas puisi yang pernah diikuti ThaTa Sastra, Asqa Imagination School, Ruang Kata, dan beberapa kelas lainnya. Puisi-puisinya telah dimuat di Jalan Puisi COMPETER Indonesia, Tirastime, Ruang Kata, Ranah Riau, www.walisongo.com, www.asqaimaginationschool.com, Pura-pura Penyair, Ompi-Ompi, Negeri Kertas dan beberapa media lain. Untuk menjadikan jejak tulisannya, dia juga menulis di beberapa antologi puisi. Pembaca dapat lebih dekat dengan penulis melalui IG @galuhduti FB @Galuh Duti.

    Postingan Lama Beranda

    ABOUT US

     



    Platform berisi puisi, quote, buku, dan berita sastra yang diprakarsai oleh Muhammad Asqalani eNeSTe, Eko Ragil Ar-rahman & Cindy Neo.

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • Puisi-Puisi Merawati May
    • Puisi-puisi Adnan Guntur
    • Puisi-Puisi SaidK
    • Puisi-Puisi Putri Bungsu
    • Puisi-Puisi Galuh Duti
    • Puisi-Puisi Apriansyah Sang Puisi
    • Puisi-Puisi Syalmiah
    • Puisi-Puisi Gita Nur Febriani
    • Ihwal Perkataan Baik
    • Puisi-Puisi Cindy Neo

    Categories

    • Puisi 17
    • quote 4
    • sastra 19
    • Sastra 1
    • Tentang Kami 1
    • tulisan 1

    Advertisement

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    ENESTE.ID



     

    Copyright © ENESTE.ID. Designed by OddThemes